Sejak krisis moneter mengguncang ekonomi Indonesia tahun 1997, sektor kehutanan belum benar-benar pulih. Berbagai kebijakan pasca reformasi yang tidak terlalu pro terhadap sektor riil kehutanan menyebabkan upaya kebangkitannya dari krisis berjalan lamban. Ironisnya, stigma buruk telah mendorong berbagai instansi yang semestinya turut mendukung justru menghindari bahkan menjauhinya. Kini, sektor kehutanan benar-benar diambang kematian, tatkala badai krisis global kembali menghantamnya. Quo vadis ?
Potret Makro Ekonomi 2008
Di tengah fenomena harga bahan bakar minyak di pasaran internasional yang bersifat fluktuatif, Data BPS (2008) menyatakan bahwa pada triwulan II tahun 2008 ekonomi Indonesia tumbuh 2,4 % dibanding triwulan I tahun 2008. Dengan demikian, selama semester I tahun 2008 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai kurang lebih 6,4 %.